Senin, 04 Mei 2020

Laporan pemeriksaan kandungan boraks pada tahu secara kualitatif

Mata Kuliah              :           PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN 
Dosen                          :           KHIKI PURNAMAWATI KASIM ,S. ST.,Kes       

LAPORAN
PEMERIKSAAN KANDUGAN BORAX PADA MAKANAN (TAHU)
SECARA KUALITATIF

             OLEH:         
ABDUL AZIZ BAHTIAR
PO.71.4.221.18.1.052
KEMENTERIAN KESEHATAN MAKASSAR REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI SANITASI LINGKUNGAN
II B 
2020/2021
A. Dasar Teori 
      Boraks adalah senyawa berbentuk Kristal, warna putih, tidak berbau dan stabil pada suhu tekanan normal dan bersifat sangat beracun, sehingga boraks tidak  boleh digunakan dalam pangan.
    Bahan-bahan pengawet yang digunakan pada makanan umumnya digunakanuntuk jenis pangan yang mempunyai sifat mudah rusak. Bahan tersebut dapatmenghambat atau memperlambat proses fermentasi, pengasaman, atau penguraianyang disebabkan oleh mikrba. Akan tetapi, tidak jarang produsenmenggunakannya pada pangan yang relative awet dengatn tujuan untuk memperpanjang masa simpan atau memperbaiki tekstur.
      Penggunaan pengawet dalam pangan harus tepat, baik jenis maupun dosisnya.Suatu bahan pengawet mungkin efektif untuk mengawetkan pangan tertentu ,tetapi tidak efektif untuk mengawetkan pangan yang lainnya karena panganmempunyai sifat yang berbeda-beda sehingga mikroba perusak yang akandihambat pertumbuhannya juga berbeda.Pemakaian bahan pengawet dari satu sisi menguntungkan karena dengan bahan pengawet, bahan pangan dapat disebabkan dari kehidupan mikroba, baik yang bersifat pathogen yang dapat menyebabkan keracunan atau gangguankesehatan lainnya maupun microbial yan non pathogen yang dapat menyebabkankerusakan bahan pangan, misalnnya pembusukkan. !amun dari sisi lain, bahan pengawet pada dasarnya senyawa kimia yang merupakan bahan asing yang masuk  bersama bahan pangan yang dikonsumsi. Apabila pemakaian boraks yang berlebihan pada pangan, kemungkinan besar akan menimbulkan kerugian bagikonsumen" baik bersifat langsung, misalnya keracunan" maupun yang bersifattidak langsung atau kumulatif, misalnya apabila bahan pengawet yang digunakan bersifat karsinogenik.
Karakteristik Sampel Tahu
   Tahu merupakan produk kedelai non-fermentasi yang disukai dan digemari di Indonesia seperti halnya tempe, kecap, dan tauco. Tahu adalah salah satu produk olahan kedelai yang berasal dari daratan Cina. Pembuatan tahu dan susu kedelai ditemukan oleh Liu An pada zaman pemerintahan Dinasti Han, kira-kira 164 tahun sebelum Masehi (Shurtleff dan Aoyagi 2001). Kata tahu berasal dari bahasa Cina yaitu tao-hu, teu-hu/tokwa. Kata tao/teu berarti kacang untuk membuat tahu, orang menggunakan kacang kedelai kuning (putih) yang disebut wong-teu (wong = kuning). Hu/kwa itu artinya rusak, lumat, hancur, menjadi bubur. Kedua istilah itu digabungkan menjadi tahu. Pengertian tahu adalah makanan yang terbuat dari kedelai yang dilumatkan atau dihancurkan menjadi bubur (Kastyanto 1999).
   Tahu adalah suatu produk makanan berupa padatan lunak yang dibuat melalui proses pengolahan kedelai (Glycne species) dengan prinsip pengendapan protein, dengan atau tidak ditambah bahan lain yang diizinkan (SNI 1998). Sedangkan menurut Shurtleff dan Aoyagi (2001), tahu adalah gumpalan protein dari susu kedelai yang telah dipisahkan dari bagian yang tidak menggumpal (whey) dengan cara pengepresan.
Tahu terdiri dari berbagai jenis, yaitu tahu putih, tahu kuning, tahu sutra, tahu cina, tahu keras, dan tahu kori (Sarwono dan Saragih 2003). Perbedaan dari berbagai jenis tahu tersebut ialah pada proses pengolahannya dan jenis penggumpal yang digunakan.
Komposisi zat gizi dalam tahu cukup baik. Tahu mempunyai kadar protein sebesar 8-12%, sedangkan mutu proteinnya yang dinyatakan sebagai NPU sebesar 65% (Shurtleff dan Aoyagi 2001). Tahu juga mempunyai daya cerna yang sangat tinggi karena serat dan karbohidrat yang bersifat larut dalam air sebagian besar terbuang pada proses pembuatannya. Dengan daya cerna sekitar 95%, tahu dapat dikonsumsi dengan aman oleh semua golongan umur dari bayi hingga orang dewasa, termasuk orang yang mengalami gangguan pencernaan (Shurtleff dan Aoyagi 2001). Komposisi kimia pada tahu dapat dilihat pada Tabel 1, sedangkan syarat mutu tahu berdasarkan Standar Nasional Indonesia 01-3142-1998.

B. Tujuan 
1. Untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan
2. Untuk mengetahui cara pemeriksaan boraks pada makanan secara kualitatif.
C. Alat dan Bahan
Tusuk gigi/bambu
Piring
Tahu 
Rimpang Kunyit 

D. Cara kerja 
   Berikut ini cara kerja dalam pemeriksaan kandugan borax pada makanan tahu secara kualitatif:  
1. Siapkan alat dan bahan
2. Stik bambu ditusukkan ke kunyit dan diamkan beberapa saat
3. Setelah itu, cabut stik bambu dari  kunyit lalu segera tusukkan di sampel Tahu  dan diamkan beberapa saat
4. Kemudian cabut stik bambu dari sampel Tahu  tersebut
5. Amati perubahan warna yang ada pada ujung stik bambu tersebut.  
CATATAN : Apabila terjadi perubahan warna, misalnya warna stik bambu tersebut berubah jadi warna orange kemerah-merahan, berarti sampel Tahu  yang diperiksa positif mengandung boraks.
E. Hasil
  Dari hasil yang saya amati pada sampel tahu tersebut tidak mengandung boraks dan tidak mengalami perubahan warna Pada tusuk gigi/bambu tersebut yaitu Negatif tanpa bahan pengawet boraks.
F. Analisa Hasil
  Berdasarkan hasil  pengamatan, dapat diketahui bahwa sampel  yang digunakan yaitu tahu tidak mengandung boraks yaitu Negatif tanpa bahan pengawet .
G. Kesimpulan 
  Dari praktikum yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut Pada uji boraks sampel tahu yang Negatif tidak mengandung boraks setelah di uji tidak  berwarna merah bata, hanya berwarna kuning seperti kunyit. 
H. Saran
  Kita harus waspada dalam mengonsumsi makanan agar kesehatan kita tetap terjaga.

DAFTAR PUSTAKA

Vania ilvan. 2014. Analisis kualitatif boraks. STIKes BAKTI HUSADA TASIKMALAYA, Https://www.academia.edu/23926549/Boraks_dasar_teori 
                              (Diakses pada tanggal 24 April 2020) 

Yunial lutfi 2015. Pengujian boraks dan asam borat dalam bahan pangan.
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA. 
Https://id..scribd.com/doc/294260243/laporan-uji-boraks-pada-makanan. (Diakses pada tanggal 25 April 2020)

Hidayati Arina.2016.Biologi Tentang Boraks. SMAN 1 DURENAN.
http://easyonlinex.blogspot.com/2012/01/bahaya-borak-untuk-dikonsumsi.
(Diaskes pada tanggal 03 mei 2020)